Thursday, 4 December 2014


Pengantar
 
Menurut KBBI sosial berarti sesuatu yang berkenaan dengan Masyarakat yang artinya bahwa apa yang hendak kita lakukan didalam masyarakat adalah sebuah tindakan sosial.
Berlandaskan pada surat al ma’un ayat 1 – 7
ارءيت الذي يكذب باالدين * فذالك الذي يدع اليتيم *ولا يحض على طعام المسكين * فويل للمصلين *الذين هم عن صلاتهم ساهون* الذين هم يراءون*ويمنعون الماعون *
Yang artinya:
Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama?
( 2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, ( 3 ) dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin. ( 4 ) maka celakalah bagi orang yang sholat ( 5 ) ( yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, ( 6 ) orang yang berbuat riya, ( 7) dan enggan ( menolong dengan ) barang yang berguna.
 Dari ayat tersebut sangat jelas apa yang hendak disampaikan, orang-orang yang mendustakan agama bilamana Ia sholat hanya sekedar sholat namun lalai dalam kewajibannya yang hanya mementingkan hubungan kepada Allah namun tidak menghiraukan hubungan dengan sesama.
Ustadz M Quraish Shihab dalam Tafsir Al-quran Al karim menyatakan paling tidak ada 2 hal yang patut disimak dalam ayat 3 surat ini. Pertama ayat tersebut tidak berbicara tentang kewajiban ”memberi makan” orang miskin, tapi berbicara ”menganjurkan memberi makan”. Itu berarti mereka yang tidak memiliki kelebihan apapun dituntut pula untuk berperan sebagai ”penganjur pemberi makanan terhadap orang miskin” (Basri, t.thn.) atau dengan kata lain, kalau tidak mampu secara langsung, minimal kita menganjurkan orang-orang yang mampu untuk memperhatikan nasib mereka. Peran ini sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun, selama mereka bisa merasakan penderitaan orang lain. Ini berarti pula mengundang setiap orang untuk ikut merasakan penderitaan dan kebutuhan orang lain, walaupun dia sendiri tidak mampu mengulurkan bantuan materiil kepada mereka.
Dari Penjelasan diatas maka tidaklah heran jikalau Muhammadiyah dikatakan sebagai gerakan sosial yang mencoba membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang sangat mendasar adalah data jumlah dari Panti Asuhan, Santunan, Asuhan Keluarga yang kami ambil dari situs resmi Muhammadiyah berjumlah 318.


Konteks Sejarah Bangsa Indonesia

Abad ke 20 menjadi saksi torehan sejarah penting dalam perjalanan rakyak Indonesia dimana pergeseran peran dari perkotaan menjadi pedesaan sebagai tempat berlangsungnya perubahan. Industri dan Perdagangan pada abad 20 telah menjadi perangsang dalam bidang pembangunan kehidupan sosial dipusat-pusat kegiatan tersebut.
Disamping itu pula, peranan pendidikan dalam mobilitas sosial juga sangat membantu. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Drs.H. Ahd. Suhaimi, M.Pd mengatakan “Pendidikan pada hakekatnya merupakan tali untuk mengantarkan peserta didik menuju pada kesadaran sosial yang lebih tinggi dari sebenarnya ia mengenyam pendidikan.” (Suhaimi, t.thn.) Sehingga jelas bahwa pendidkan yang dilakukan akan memberi sumbangsih yang cukup besar terhadap pergerakan sosial. Selain itu pula sartono juga memberi pendapat dimana ia berkata bahwa kebijakan pengangkatan pegawai negeri didasarkan pada Pendidikan, dan Pendidikan ala Barat lebih didahulukan. Meskipun untuk jabatan-jabatan tinggi dalam pemerintahan dituntut adanya “trah” bangsawan, namunh pendidikan umum telah menghasilkan mobilitas vertical dari banyak orang tanpa memandang asal-usul keturunan.
Di abad ke 20, para Pedagang, Cendekiawan dan Pegawai pemerintah merupakan golongan menengah kota, dapat ditambahkan pemilik tanah didaerah pedalaman yang merupakan golongan menengah pedesaan. Keduanya sangat berbeda dimana yang pertama pemikiran yang dimiliki sangat terpengaruh oleh pemikiran barat, sedangkan yang kedua adalah orang-orang yang relatif tertutup.
Dengan demikian maka, dapat dibagi menjadi 3 Golongan Muslim yakni yang pertama ialah santri yaitu orang yang berorientasi kepada kebudayaan Islam, yang kedua adalah Muslim yang berorientasi kepada tradisi dan adat dan Golongan ketiga ialah Golongan yang berorientasi pada pemikiran barat.
KAUM SANTRI PENGGERAK PEMBAHARUAN

 Ahmad Dahlan, pendiri gerakan Muhammadiyah adalah sebagai contoh terkemuka dari seorang santri merangkap pedagang dari Kauman. Ia adalah seorang Khatib di masjid Agung Kraton Yogyakarta, namun Ia juga dikenal sebagai pedagang batik yang berhasil memiliki jaringan dibnyak kota.
Sejarah kaum santri golongan menengah, Castle mengemukakan bahwa setelah terjadi kemunduran, para santri pengusaha bergabung ke Muhammadiyah, sedangkan santri petaninya masuk NU. Meskipun mayoritas anggota NU petani namun para pengurusnya kebnyakan dari Golongan Menengah, baik pedagang maupun petani kaya. Kenyataan baik Muhammadiyah yang beraliran modern maupun NU yang beraliran tradisional, memiliki ciri yang sama yakni keduanya didirikan dan dibesarkan melalui hubungan pribadi dan keluarga.

Latar Belakang KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari
Para pemimpin Muhammadiyah berpusat disekitar Kauman Yogyakarta, sedang pemuka NU dipesantren Tebuireng di jawa Timur. Situasi kepemimpinan kedua organisasi ini sama pada dasarnya, meskipun disiratkan bahwa para pemimpin NU adalah tipe Kharismatik-Otoriter dari kebudayaan petani, sedangkanpemuka Muhammadiyah adalah dari tipe Rasional-demokratik dari kebudayaan borjuis. Sesungguhnya para pendiri NU dan Muhammadiyah sama-sama mendapat pendidikan dari lingkungan tradisi pesantren.
Wertheim, Ilmuan pertama yang melakukan pengamatan hubungan pembaharuan agama beraliran modern dengan sifat borjuis dalam penelitian tentang perubahan sosial di indonesia. Disusul kemudian oleh banyak peneliti lainnya. Dengan nada yang sama, penelitian Greertz tentang kota-kota kecil di Jawa Timur menemukan bahwa kaum santri perkotaan masuk Muhammadiyah yang beraliran modern dan kaum santri pedesaan bergabung dengan NU yang beraliran Konservatif. Greertz memandang bawa Muhammadiyah lebih sebagai jenis persyarikatan dengan pengorganisasian yang ketat dan bersemangat agresif.

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Sosial Keagamaan
a.      Muhammadiyah Gerakan Pemurnian Islam
Gerakan pemurnian oleh Muhammadiyah ditujukan, baik kepada kalangan tradisional maupun kalangan Islam dari sifat khurafat (dongengan/tahayul). Sisa-sisa kebudayaan kuno yang melekat dikalangan abanagan, sebagai contoh, peacock menunjuk pada sistem kognitif. Jika seorang abanagn lebih mengingat hari lahirnya, seorang Muhammadiyah lebih suka mengingat tahun kelahirannya.
Muhammadiyah lahir dengan orientasi keagamaan. Muhammadiyah lebih menampilkan diri sebagai gerakan puritan untuk menghapus beban-beban kultural yang terkena pengaruh budaya agraris. Muhammadiyah berupaya untuk melakukan pembaharuan kualitatif yang bersifat keagamaan, suatu dealiktika internal yang secara inheren memang selalu muncul di dalam Islam. Dengan semangat kembali kepada alquran dan assunah.
b.      Gerakan Kualitatif-Kuantitatif
Perkembangan selanjutnya, ternyata bahwa gerakan kualitatif itu menimbulkan dampak kuantitatif. Dengan kata lain, gerakan kultural Muhammadiyah ternyata menimbulkan dampak sosial. Muhammadiyah misalnya telah menyebabkan longgarnya ikatan paternalisme santri-kiai; demikian juga telah menyebabkan memudarnya otoritas pesantren akibat dikembangkannya lembaga-lembaga pendidikan baru. Ketika Muhammadiyah makin bergerak pada tingkat kuantitatif, jelalah bahwa ia semakin muncul menjadi kekuatan sosial dan politik.

Reaksi Kaum Tradisional
Pada tataran masalah basis sosial inilah, kita melihat latar belakang lahirnya NU. Sesungguhnya NU lahir karena reaksi terhadap 2 hal yakni pertama, ia merupakan reaksi dari politisasi agama yang dilakukan SI serta kedua reaksi terhadap gerakan pembaharuan Muhammadiyah. Berbeda dengan Muhammadiyah, NU sebenarnya bertujuan untuk melestarikan lembaga-lembaga dan tradisi-tradisi Islam Agraris sengan solidaritas mekanis komunalnya.

Basis Sosial Muhammadiyah dan NU
Perbedaan mendasar antara Muhammadiyah dan SI di satu pihak dan NU dilain pihak sesungguhnya adalah karena keduanya memiliki basis sosial yang berbeda. NU bagaimanapun tetap mewakili tradisi masyarakat komunal-agraris yang dijalin dalam ikatan-ikatan solidaritas mekanis-paternalistik. Di lain pihak SI dan Muhammadiyah muncul sebagai wadah yang mewakili tradisi baru masyarakat urban, pedagang dengan ikatan solidaritas organis-partisipatif.
Pada perkembangan selanjutnya NU juga berusaha menerapkan bentuk-bentuk pengorganisasian baru-suatu tuntutan yang tampaknya tidak terelakkan-namun segera akan terlihat adanya ambivalensi. Dalam konteks ini , NU jelas berbeda sekali dengan Muhammadiyah. Sementara NU mengalami ambivalensi organisatoris, Muhammadiyah tampak jauh Solid. Ini dikarenakan sejak awal Muhammadiyah membentuk organisasi atas dasar ikatan asosiasional.

Dampak Gerakan Sosial Muhammadiyah
Sebagai gerakan sosial keagamaan, selama ini Muhammadiyah telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk pembinaan individu maupun sosial mayarakat islam di Indonesia. Pada level individual, cita-cita pembentukan pribadi muslim dengan kualifikasi-kualifikasi moral dan etika Islam, terasa sangat karakteristik. 

Perlu Perumusan Ulang Gerakan Sosial Muhammadiyah
Sebagai suatu gerakan dakwah yang bersifat multidimensional, Muhammadiyah mesti akan selalu berubah secara dinamis sesuai dengan konteks dimana dia Hidup. Pada zaman penjajahan misalnya, sudah barang tentu multidimensionalitas Muhammadiyah digerakkan kepada masalah-masalah pembebasan bangsa dari penjajahan, kecerdasan kehidupan bangsa dan lain-lain. Pada masa berikutnya tentu terjadi suatu evolusi persepsional yang dinamis, yang tetap merujuk pada gambaran dakwah yang social reconstruction yang multidimentional tersebut.
Dari perspektif transformatis sosial, Muhammadiyah sesungguhnya belum memiliki konsep gerakan sosial yang jelas, selama ini, kegiatan pembinaan warga muahmmadiyah lebih diorientasikan kepada kegiatan untuk mengelola pengelompokan-pengelompokan yang didasarkan pada diferensiasi jenis kelamin dan usia. Contohnya ada NA, Aisyiyah, IPM IMM dan sebagainya (AIK, 2012).
Melihat realitas itu semua, meskipun secara secara realitas prestasi yang dicapai, namun muhammadiyah masih dihadapkan pada tantangan-tantangan kedepan. Amien Rais padaa tahun 1993 pernah mengemukakan kendala-kendala yang dihadapi oleh Muhammadiyah. Meskipun pernyataan tersebut ditulis 21 tahun lalu, pernyataa itu masih terasakan. Selain itu pula ketika muktamar tahuh 2005 di UMM yang ke-45 terjadi berbagai peristiwa yang bergejolak ditubuh Muhammadiyah itu sendiri.

Kesimpulan
Muhammadiyah sebagai gerakan sosial sudah sangat membantu dalam melakukan kinerja demi tercpainya Tujuan yang telah dirancang jauh-jauh hari. Namun demikian, setiap Organisasi tentunya akan selalu mendapat sebuah masalah yang dalam hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah tantangan bagi Organisasi Muhammadiyah khususnya sehingga nantinya Muhammadiyah dapat terus maju mengikuti zaman atau tidak hilang dipersimpangan jalan. Maka Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan perlu kiranya terus melakukan perbaikan dari celah yang ada padanya agara tidak tergoyahkan oleh celah-celah tersebut.





Daftar Pustaka 
 
AIK, T., 2012. AIK III. In: S. Amien, ed. Malang: UMMPress, pp. 109-116.
Anon., n.d. KBBI. In: s.l.:s.n.
Basri, H., n.d. Tafsir Pase, , Balai Kajian Tafsir Al-Qur’an Pase. Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Mobilitas Sosial, 1(Gerakan Muhammadiyah), pp. 1-3.
Suhaimi, A., n.d. Drs.H. Ahd. Suhaimi. [Online]
Available at: http://kalsel.kemenag.go.id/file/file/Jurnal/woxq1384098956.pdf
[Accessed 25 11 2014].


Tuesday, 25 November 2014

             Tugas ini dikumpulkan saat pertemuan minggu depan, untuk pertemuan besok, kamis tanggal 27 November 2014 ditiadakan, Sipil 5C tetap masuk hari rabu jam 10.20. 
Soal
1. Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan. Alternatif  pertama yaitu memperbaiki saluran (S) untuk memperlancar aliran sungai dan alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun jik a tid a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.000.000. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n jad i Rp 105.000.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.55.000.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika, yaitu sebagai nilai e k s p e k ta s i  (expected value), karena kerugian tiap tahun beruhah sesuai dengan besar - kecilnya banjir yang timbul). Biaya perbaikan saluran ditaksir Rp 2.900.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 35.000.000. Kedua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.300.000.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000.000. Kedua biaya tersebut dibebank an pada anggaran pemerintah. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.000.000 tiap tahun, sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya
Rp.10.000.000 tiap tahun. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ek o n o mis d en g an i = 6 % dan umur teknis 50 tahun kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.38.000.000. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0,08 dan 1,03. Hitung perbandingan-perbandingan B/C  tersebut kembali jika kerugian yang diterimamasyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit. 

2. Dari soal 1, hitung rate of returnkarena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Hitung juga rate of returnkarena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.  Berikan kesimpulan hasil tersebut. 

3.  Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas, sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. Untuk lokasi M, diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. 3.000.000.000 dan untuk lokasi N, diperlukan biaya awal Rp. 50.000.000.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000.000 dan Rp 90.000.000. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.880.000.000 dan Rp 660.000.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Gunakan MARR 8 %, umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut. 

4.  Sebuah sungai yang membelah sebuah kota, selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.300.000.000 dan bertambah Rp 20.000.000 tiap tahun. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut, yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Biaya awal untuk P adalah Rp.400.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.000.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.600.000.000, biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000.000 dan naik Rp 12.000.000 tiap tahun. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan, tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000.000 dan naik Rp 5.000.000 tiap tahun. D & R akan mengurangi daerah pertanian, ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000.000, tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat  rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.000.000. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P ; D ; R. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.

File Ekotek dapat di download disini

Tuesday, 4 November 2014

            Berikut ini adalah cara bagaimana memberi Daftar Pustaka pada Ms. Word:
1. Siapkan sebuah halaman pada bagian akhir lembar kerja, ini dapat dilakukan dengan meletakan Cursor dibagian akhir tulisan yang berada pada halaman terakhir kemudian tekan Ctrl+Enter. Kemudian ketikkan Daftar Pustaka pada lembar kerja kosong tadi.
2. Cari dan letakan Cursor pada akhir kata yang merupakan kutipan dari sebuah buku, buka menu References => Insert Citation => Add New Citation maka akan tampil sebuah kotak dialog seperti pada gambar.
            Disana ada beberapa hal yang perlu diisikan:
Type a source : ini type sumber asal kutipan, bisa dari buku, majalah dll
Author : Nama Pengarang, bila lebih dari pengarang, silahkan pilih edit dan isikan nama kedua pengarang dan klik ok.
Title : Judul buku
Year : Tahun penerbitan
City : Kota penerbitan
Publisher : Tempat publikasi buku referensi
Edition : urutan penerbitan (apabila memiliki judul yang sama)
           Bila data sudah diisi dengan benar maka ketika kita ok, maka disana akan keluar Nama dan tahun, ini menandakan bahwa pemberian daftar pustaka sudah siap. selanjutnya letakkan Cursorpada akhir kata Daftar Pustaka, kemudain pada menu References pastikan style menggunakan Harvard ini dikarenakan indonesia menggunakan format berbentuk ini dalam penulisan sumber referensi.
           Setelah itu klik bibliography kemudian pilih salah satu dari menu yang ada maka akan tampil hasil hasil yang telah dibuat tadi. demikian pembelajaran untuk hari ini, semoga bermanfaat.

             Bagi Muhammadiyah, konsep Muqaddimah Anggarann Dasar Muhammadiyah dapat dikatakan sebagai rumusan Ideolaogi muhammdiyah dalam bentuk prinsip-prinsip. Konsep ini dirumuskan pada tahun 1942 pada era Ki Bagus Hadikusumo dan termasuk hal mendasar karena dirumuskan untuk mensistematisasi langkah dan pemikiran K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Sebelumnya. Selain itu konsep Muqaddimah juga dirumuskan sebagai jawaban atas kecendrungan melemahnya ruh Islam dikalangan warga Muhammadiyah.
1. Pokok-pokok fikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
                       Muqaddimah Angaaran Dasar Muhammadiyah mengandung 6 macam pokok pemikiran yakni:
a. Hidup manusia haruslah mentauhidkan Allah, beribadah serta tunduk hanya kepada Allah. Ini  sesuai isi dalam Qur'an Surat Muhammad :19 yang artinya " Ketahuilah bahwasanya tiada tuhan yang disembah melainkan Allah".
b. Hidup Manusia adalah Bermasyarakat. Bagi Manusia tidaklah mungkin untuk hidup sendiri, bahkan hal itu merupakan sunatullah, sebagaimana yang diisyaratkan dalam Qur'an surat Al-Hujarat ayat 13 yang artinya " Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. sesungguhnya orang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal".
c. Hanya hukum Allah satu-satunya hukum yang dapat dijadikan sandi pembentukan pribadi Utama, dan mengatur tertib hidup bersama menuju kehidupan bahagia sejahtera hakiki dunia dan akhirat.  sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur'an dalam salah satu suratnya yang memiliki arti " Barang siapa mencari agama selain Agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi".
d. Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah kewajiban bagi orang yang mengakubertuhan kepada Allah. hal ini berlandaskan pada Q.S. Al Hujurat ayat 15 yang artinya: "orang Mukmin itu ialah orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan ALlah. mereka itulah orang-orang yang benar".
e.  Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya hanya akan berhasil bila mengikuti jejak perjuangan nabi, terutama perjuangan nabi Muhammad. Dimana digambarkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Azhab ayat 21 yang artinya: " Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".
f. Perjuangan mewujudkan maksud dan tujuan diatas hanya akan tercapai apabila dilaksanakan dengan berorientasi. Hal ini didapat dari kajian terhadap Al Qur'an surat Al- Shaff ayat 4 yang artinya "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalannya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh".

Sumber: Intisari dari Buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 3

                 Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Gerakan Islam, dimana Muhammadiyah berasal dari dua kata yakni kata Muhammad yang diambil dari Nama Rasul Allah yang terakhir dan iyah yang berarti pengikut, oleh karenannya Muhammadiyah berarti pengikut Nabi Muhammad, namun kita seringkali salah kaprah bahwa Muhammadiyah adalah sebuah ajaran agama baru sehingga seringkali dipandang sesat oleh orang belum mengetahui seluk beluk muhammadiyah.
                  Muhammdiyah lahir pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M. Secara garis Besar faktor yang melatar belakangi berdirinya Muhammadiyah terdapat 2 faktor yakni:
1. Faktor Internal Umat Islam
                Keberagamaan Umat Islam tidak terlepas dengan proses penyebaran Islam dijawa. pada saat Islam masuk, masyarakat jawa telah memiliki tradisi dan kepercayaan beragama  yeng merupakan perpaduaan anatara tradisi dan kebudayaan yang berubah menjadi adat istiadat bersifat Agamis.
              Tradisi dan kepercayaan Masyarakat jawa pra Islam tersebut masih tetap hidup bahkan ikut berkembang bersamaan dengan proses perkembangan Islam selanjutnya. hal ini disebabkan oleh para penyebar agama di jawa merupakan para saudagar dari Gujarat dan mereka merupakan bangsa dari India pada kehidupan sehari-hari.
               Faktor lain yang turut menyuburkan tradisi dan kepercayaan masyarakat Islam adalah proses penyebaran Islam yang tidak merata terutama di Jawa. proses penyebaran Islam dijawa dilakukan oleh para wali (wali Songo) dilanjutkan oleh para murid-muridnya.
                 Tidak meratanya proses Islamisasi si jawa juga disebabkan pengaruh kerajaan  Hindu dan Budha yang pernah berabad-abad menguasai pulau Jawa. berbeda dengan daerah-daerah yang tidak pernah dikuasai oleh kerajaan Hindu dan Budha seperti Aceh, Minangkabau dan Banten, Islam didaerah tersebut relatif murni dan lebih Rasional.
                   Faktor Internal lainnya yang berpengaruh dalam proses mendirikan Muhammadiyah ialah keadaan Ekonomi Umat Islam, Solidaritas Sosial yang memudar antara Umat Islam dan Pendidikan umat Islam yang memprihatinkan.
2. Faktor Eksternal Umat Islam
     - Kebijakan politik Kolonial Belanda terhadap Umat Islam
               Dalam masa penjajahan dijawa oleh kolonial belanda terdapat sebuah unsur misi kristenisasi oleh para penjajah, ini terbongkar dengan adanya rekomendadsi dari seorang misionaris seorang belanda bernama YB. Palinck sekitar tahun 1880, rekomendasi ini dikirim kepada pemerintah Roma. adapun isi rekomendasi tersebut adalah:
a. Pemerintah kolonial belanda siap membantu misionaris dijawa dengan catatan jawa digarap secara serius.
b. Setiap misionaris yang masuk ke pulau jawa hendaknya bersifat sabar dan menguasai budaya dan bahasa jawa
c. setiap misionaris hendaknya berdomisili di daerah-daerah pemukiman masyarakat jawa.
d. setiap misionaris hendaknya berbuat simpatik dengan memberi bantuan medis, ekonomi dan pendidikan
e. setiap misionaris hendaknya berupaya agar tidak membicarakan agama pada saat awal berdomisili
f. setiap misionaris harus faham bahwa tipe mayarakat jawa mau masuk agama kristen  kerana beberapa faktor yaitu karena kecewa terhadap umat Islam, karena tuntutan Matrei dan karena murni inisiatif mereka sendiri.
     - Pengaruh perkembangan Islam di Timur Tengah
                 Pengarus gerakan pembaharuan pemikiran Islam ditimur tengahjuga ikut andil terhadap berdirinya Muhammadiyah. Menurut Deliar Noer, Gerakan Reformasi Intelektual kaum Muslimin di wilayah Timur Tengah seperti Mekkah dan Kairo sangat mempengaruhi perkembangan Islam Modernis di Indonesia. Pengaruh gerakan pembaharuan tersebut antara lain melalui orang Indonesia itu sendiri yang secara kebetulan melakukan ibadah Haji dan sekaligus mereka tetap bermukim di tanah suci untuk menuntut ilmu.
 Misi dan Visi Muhammadiyah
             Sejak Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah komitmen dengan perjuangan yang berorientasi pada:
1. Menegakkan keyakinan Tauhid yang murni sesuai Al-Qur'an dan Sunnah Rasul
2. Menyebarluaskan Ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-sunah melalui pendidikan Modern
3. Mewujudkan Amalan amalan Islam dalam kehidupan perorangan, keluarga dan Masyarakat.
4. Reformasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran Modern.
                   Oleh karenanya Muhammadiyah memiliki visi "terwujudnya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya".
 Sumber: Ringkasan dari Buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 3
            Islam adalah Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang perkembangannya dimulai pada abad ke 7 Masehi di Jazirah Arab, dimana  terbagi menjadi 2 tahap yakni ketika di mekah selama 13 tahun dan dimadinah selama 10 tahun. Setelah Baginda Rasul wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh para pengikutnya yang lebih dikenal dengan Khulafatur Rasyidin, pada tahun 632-644 M dipimpin oleh Abu Bakar Sidiq, dilanjutkan Usman bn Affan sektitar tahun 644-656 M, serta Ali bin Abu Thalib pada tahun 656-661 M. kemudian pasca terbunuhnya Ali, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya Hasan bin Ali. Demi menjaga keutuhan Umat Islam maka Kepemimpinan diserahkan kepada Muawiyah bin Abu Sofyan dan disinilah berakhirnya sistem Demokrasi/musyawarah dan dimulai dengan sistem baru yaitu dinasiti atau sistem kerajaan dimana khalifah dipegang secara turun-tenurun.
              Perkembangan Islam sangat pesat dari zaman Nabi Muhammad sampai berakhirnya kerajaan Islam. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor berikut:
1. Islam selain mengatur hubungan dengan Tuhannya, juga mengatur tentang pembentukan Masyarakat.
2. Terdapat keyakinan yang teguh pada para sahabat tentang menyerukan ajaran Islam ke seluruh dunia.
3. Islam tidak memaksa agar di ikuti namun memberi simpatik dan toleransi sehingga banyak yang mengikuti.
             Mengenai Proses penyebaran Islam di Nusantara (antara Benua Asia dan Benua Australia) terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang hal tersebut diantaranya:
1.  Teori Gujarat
                Teori ini menjelaskan bahwa Islam Pertama kali masuk melalui Anak benua India bukan persia atau Arabia. Teori ini dikemukakan oleh pijnappel seorang ahli dari Iniversitas Leiden. dimana Ia mengaitkan asal muasal islam di Nusantara dengan Wilayah Gujarat dan Malabar.
               Selain itu, Moquette, seorang sarjana belanda lainnya, berkesimpulan bahwa asal mula Islam Nusantara adalah Gujarat. Dia mendasari teorinya dengan ditemukannnya batu nisan di Pasai, kawasan Utara daerah Sumatra, khususnya yang bertanggal 17 Dzul-Hijjah 831 H bertepatan dengan 27 September 1419 M dan batu nisan lain ditemukan di Makam Maulana Malik Ibrahim 822 H/ 1419 M di Gresik dan ternyata sama bentuknya dengan batu nisan yang terdapat di Cambay, Gujarat.
            Teori ini ditentang keras oleh Fatimi terdapat kekeliruan mengaitkan seluruh batu nisan dipasai, termasuk batu nisan Malik Al-Shalih dengan batu nisan di Gujarat. Menurut penelitian, gaya dan bentuk batu nisan diantara keduanya berbeda. menurut Fatimi justru gaya batu nisan ini mirip dengan batu nisan yang terdapat dibengal.
                Oleh Karenanya, teori ini memiliki kelemahan tentang batu nisan yang ditemukan serta kenyataan yang ada bahwa pada masa islamisasi samudra-pasai, yang raja pertamanya wafat pada 698 H/ 1297 M,Gujarat masih merupakan kerajaan Hindu, barulah setahun kemudian ditaklukkan oleh kekuasaan Islam.

2. Teori Makkah
                  Teori ini dicetuskan oleh Hamka dalam pidatonya Dies Natalis PTAIN ke-8 di Yogyakarta (1958), ini dikarenakan oleh perdagangan dan peranan bangsa Arab sebagai pembawa agama Islam ke Indonesia.
                   Hamka menolak pendapat yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia pada abak ke 13, karena pada saat itu telah berdiri sebuah kekuatan politik Islam oleh karenanya Islam sudah masuk jauh sebelum itu pada abad ke-7. Selain itu pula, hamka juga mempunyai argumentasi lain yang membuatnnya begitu yakin, bila teori lain memandang lebih kepada barang yang diperdagangkan maka hamka lebih menekannkan pada Mazhab Syafi'i.
           Argumen hamka ini tidak terlepas dari kritik, diantaranya dalah terdapat kesulitan membedakan antara ajaran Syi'ah dan Mazhab Syafi'i. juga adanya peninggalan upacara Syi'ah dalam masyarakat Indonesia seperti, peringatan 10 Muharram atau Asyura dan tabut hasan husain. cara membaca Qur'an pun lebih mempunyai kesamaan dengan Persia dibanding dengan Arab.

3. Teori Persia
                Pencetus Teori ini adalah P.A. Hoesein Djajadiningrat. Teori ini berpendapat bahwa Agama Islam yang masuk ke Indonesia Berasal dari Persia dan singgah ke Gujarat sekitar waktu abad ke-13. Teori ini lebih menitik beratkan kepada kebudayaan yang berkembang dimasyarakat Islam Indonesia yang dirasakan memiliki persamaan dengan Persia (Morgan, 1963: 139-140.
              Pertama, peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi'ah atas Syahidnya Husein, perinatan ini berbentuk pembuatan bubur Syura. Diminangkabau Bulan Muharram disebut Bulan Hasan Husein.
             Kedua, adanya kesamaan antara Syaikh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj, sekalipun Al-Hallaj telah meninggal pada 310 H/922 M, tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk Puisi.
              Ketiga, Penggunaan Istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda bunyi harakat dalam pengajian al-Qur'an tingkat awal.
               Kritik untuk teori Persia ini dilontarkan oleh K. H. Saifuddin Zuhri. Ia mengatakan bahwa apabila kita berpedoman kepada masuknya Islam pada Abad ke 7 maka ini terjadi pada masa kekuasaan Khalifah Umayyah. Saat itu kepemimpinan Islam dibidang Politik, Ekonomi dan Kebudayaan berada ditangan Bangsa Arab, sedangkan pusat pergerakan islam berada di Makkah Madinah.

Sumber: Rangkuman dari buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 3

Wednesday, 22 October 2014

            Kali ini kita akan mencoba membuat Daftar Isi secara Otomatis dengan file yang sudah kita berikan penomoran pada percobaan sebelumnya, bila belum memiliki filenya dapat diambil di sini, untuk memberi Daftar Isi secara otomatis dapat dilakukan dengan  beberapa cara yakni manual, semi otomatis serta otomatis.
1. Buat sebuah lembaran baru pada bagian bawah kata pengantar (letakkan Cursor pada bagian akhir tulisan penulis kemudian tekan Ctrl+Enter).
2. Setelah pindah kehalaman selanjutnya kemudian berikan judul pada halamanan tersebut dengan tulisan Daftar Isi
a. cara manual dapat dilakukan seperti biasa (judul + titik-titik + nomor halaman)
b. Cara semi otomatis dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruller atau penggaris yang ada di bagian atas makalah (untuk menampilkan masuk ke menu view, centang ruler)
- Double klik pada bagian ruler atau dengan mengklik tanda panah kecil yang ada pada menu home(pilih salah satu) => pilih tabs pada bagian kiri pojok bawah seperti pada gambar sampai tampil gambar menu yang sebelah kanan.


- Untuk Tab stop Position merupakan batas akhir garis putus-putus nantinya pada contoh saya isi 15 cm
- Bagian Leader merupakan jenis titik-titik nantinya, bila sudah silahkan di Ok
- Selanjutnya tekan tombol Tab yang ada di keyboar maka hasil akan tampil (bila tidak tampil maka pada bagian ruler terdapat sebuah simbol warna hitam yang berbentuk siku, untuk menghilangkan cukup dengan klik dan tarik kebawah).
c. Cara otomatis dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:


- Pada menu Home terdapat style Heading, carikan Heading 1 dan terapkan kepada BAB nya (Kata pengantar, Daftar Isi, BAB I, Pendahuluan, BAB II, Pembahasan, BAB III dan Penutup). Bila Heading 1 tidak ada dapat diganti dengan Heading Title, atau yang lainnya.
- Untuk mengatur format dari tulisan pada BAB yang telah diberikan Heading, dapat langsung di edit pada menu Heading dengan cara klik kanan pada menu Heading 1 pilih Modify maka tampilannya akan muncul gambar seperti gamabar sebelah kanan (modify style). bila sudah sesuai silahkan di Ok.
- Kemudian pada bagian SubBab (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan dst) diberikan Heading Subtitle dan lakukan pengeditan dengan cara yang sama seperti diatas.
- setelah langkah tersebut selesai silahkan kembali ke Lembaran Daftar Isi kemudian letakan Cursor di bagian belakang tulisan.
- Masuk ke menu References, di bagian kiri terdapat submenu table of counten, klik kemudian pilih salah satu maka hasil akan tampil.
- Bila kita membuat sebuah style heading sendiri, maka untuk memunculkan pada daftar isi kita harus memilih Custom Table of Contents pada pilihan Table of Contents. kemudian pilih menu option, pada contoh saya membuat sebuah heading dengan judul buat baru.
- Angka yang ada pada Table of Contents Option merupakan urutan posisi, semakin tinggi angka maka posisi tulisan akan sedikit masuk/menjorok.
             Begitulah cara membuat Dafatar Isi secara manual, semi Otomatis dan Otomatis dengan Ms. Word, bila bermanfaat silahkan tinggalkan jejak.